Cara Belajar Salah Yang Sering Dilakukan, Kamu Pernah Melakukan Yang Mana?

Bagi seorang Pelajar, kegiatan belajar adalah hal yang wajib untuk dilakukan, baik di sekolah maupun di rumah. Jika pada jaman dahulu, belajar umumnya dilakukan dengan cara berkelompok atau datang ke tempat-tempat les.

Belajarlah untuk menambah ilmu, jangan belajar hanya untuk nilai – foto nesabamedia.com

Seiring dengan kemajuan jaman, kini telah banyak aplikasi pada smartphone yang membantu untuk mengoptimalkan cara belajar.

Namun meskipun begitu, masih banyak dari kita yang melakukan kesalahan cara belajar alias tidak sesuai dengan standar belajar pada umumnya. Hasilnya, bukannya efektif, malah jadi lebih sulit menyerap apa yang sedang dipelajari.

Berikut adalah kesalahan yang biasa kita lakukan dengan atau tanpa sadar.

Belajar dengan Sistem Kebut Semalem

Siapa yang tidak mengenal istilah Sistem Kebut Semalam atau yang biasa disingkat dengan  SKS. Ini adalah cara belajar dimana semua materi dilahap dalam waktu semalam, biasanya dilakukan hanya menjelang ujian saja.

Foto : Idntimes.com

Sebenarnya cara belajar ini bukan cara yang benar dan tidak efektif. Namun, karena banyak yang melakukan hal serupa, hal ini seolah menjadi hal yang sangat biasa. Padahal cara belajar ini hanya membuat kita lelah saja, karena memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan yang rutin belajar setiap hari atau sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

Bukan hanya lelah, tapi juga sering membuat gregetan saat ujian. Karena terkadang saat ujian kita tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang telah dibaca, padahal kita yakin sekali bahwa materi itu telah dipelajari saat malam menjelang ujian.

Belajar kelompok di rumah teman

Belajar bersama teman memang sesuatu yang asik, selain bisa saling mengajari satu sama lain, hal ini juga seru karena tidak membosankan. Tetapi masalahnya adalah, saat melakukan belajar bersama biasanya kita lebih banyak waktu untuk mengobrol dibandingkan dengan waktu belajarnya.

Jadi saat kalian memutuskan untuk belajar bersama maka, sebaiknya membuat kesepakatan dulu tentang materi apa yang ingin dibahas bersama. Tentukan juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membahas materi tersebut.

Dan yang paling penting adalah, pilih teman belajar yang sekiranya bisa konsisten dan mau mengikuti kesepakatan yang telah dibuat, serta tunjuk salah satu orang untuk menjadi ketua belajar. Tentunya orang tersebut harus bisa tegas atau mintalah bantuin orang yang lebih tua untuk mengawasi kalian.

Catatan Tidak Ditulis Dikertas Melainkan Dimedia Yang Lain

Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, memang dapat memudahkan banyak hal, termasuk dalam hal belajar. Sayangnya, hal ini terkadang malah membuat pelajar menjadi orang yang malas dalam mencatat. Biasanya banyak pelajar yang lebih suka menfoto atau mengetik materi yang diberikan oleh guru ketimbang mencatat dikertas.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah hal yang salah, asalkan setelah melakukan hal tersebut tetap dicatat ulang atau mempelajari kembali maternya. Yang menjadi masalah adalah, biasanya catatan yang dibuat tidak pada kertas atau buku maka, akan lebih jarang untuk dipelajari ulang.

Ada sebuah kalimat yang mengatakan :

“Merangkum dan menulis kembali apa yang sudah kita baca dan pelajari nilainya setara 3 kali membaca”

Jadi usahakan untuk tetap menulis, karena dengan menulis, kita sama saja membantu otak kita dalam mengingat apa yang sedang dipelajari. Dan dengan menulis kita juga akan mempunyai bahan untuk belajar saat ujian nantinya.

Menggaris Bawahi Dan Menstabilo Buku

Menggaris bawahi atau menstabilo buku memang hal yang biasa dilakukan oleh seorang pelajar, hal itu juga bisa membantu untuk menandai mana saja hal penting dalam buku tersebut. Agar saat sedang dipelajari ulang, bisa ditemukan dengan mudah, mana saja materi yang penting.

Tetapi menstabilo buku juga bisa mengurangi efektivitas belajar loh. Sebab tak jarang stabilo yang kita gunakan menembus hingga bagian belakang pada lembar berikutnya. Sehingga hal itu membuat rancu.

Menstabilo atau menggaris bawahi buku juga dapat merusak konsentrasi otak saat sedang membaca. Karena biasanya, materi yang tidak distabilo dianggap tidak penting. Akhirnya tidak dipelajari, padahal setiap kalimat dalam buku selalu berhubungan satu sama lain.

Jadi tips jika kamu ingin menstabilo materi dalam buku cukup beri stabile hanya pada judul pembahasan dan rumus saja. Agar belajar menjadi efektif dan konsentrasi pun tidak terganggu.

Mengemil Dan Chatting Saat Belajar

Belajar dengan perut kosong memang dapat merusak konsentrasi belajar, tetapi belajar sambil mengemil juga bukan hal baik untuk dilakukan. Karena biasanya kita akan lebih focus untuk menghabiskan makanan ketimbang belajar .

Bukan hanya mengemil, kadang untuk menghilangkan rasa bosan dalam belajar, sesekali kita membuka hp untuk chatting atau membuka social media. Hal tersebut juga bisa merusak konsentrasi belajar karena membuat kita sulit untuk melepaskan handphone yang sudah terlanjur kita pegang.

Jadi, ada baiknya sebelum belajar kamu isi perut secukupnya. Jangan terlalu kenyang karena itu bisa menyebabkan kantuk. Serta jangan lupa untuk mengubah mode handphone menjadi silent mode. Agar kalian bisa lebih fokus belajar.

Sudah Mengerjakan PR, Berarti Saya Sudah Belajar

Banyak orang yang beranggapan bahwa belajar sama dengan mengerjakan PR, jadi saat sudah mengerjakan PR maka tidak perlu lagi belajar. Atau saat tidak memiliki PR berarti tidak perlu belajar karena merasa tidak memiliki bahan untuk belajar.

Padahal belajar tidak melulu tentang mengerjakan PR, tapi bisa juga dengan mengulang kembali apa yang telah dipelajari di sekolah. Belajar juga bisa hanya membaca ulang setiap materi, tidak perlu mengerjakan soal-soal yang rumit.

Asal semua itu dilakukan dengan rutin pasti akan terlihat hasilnya. Saat ujian kita akan lebih mudah mengerjakan soal-soal, karena kita telah terbiasa membaca dan memahami materi yang kita dapatkan.

Tidak Belajar Sesuai Dominasi Otak Yang Sebenarnya

Ini adalah hal yang sangat klasik, namun sepertinya juga menjadi hal yang sangat diabaikan. Karena tidak semua orang tahu tentang dominasi otak yang mereka pakai. Padahal sudah sangat jelas bahwa kemampuan setiap orang dalam menerima atau menangkap suatu hal dipengaruhi oleh penggunaan otak dominan (kiri/kanan).

Ada yang lebih mudah memahami tulisan, ada yang lebih mudah memahami jika materi disampaikan dengan suara, ada pula yang membutuhkan gambar untuk memahami, dan ada yang memerlukan semuanya agar bisa paham. Semua tergantung pada dominan otak setiap orang.

Sebenarnya untuk mengetahui dominan otak yang kita gunakan, bisa dengan melakukan test. Tapi sepertinya tidak semua orang tertarik untuk melakukan hal tersebut karena, menganggap itu bukan lah hal yang penting. Itu sebabnya hal ini sering diabaikan oleh banyak orang.

**

Sebenarnya yang menjadi alasan utama, mengapa banyak orang memilih metode belajar yang salah adalah karena mindsetnya tentang belajar. Banyak yang menganggap belajar hanya sekedar untuk mendapatkan nilai bagus. Tapi tidak berfikiran bahwa kelak apa yang dipelajari saat ini akan bermanfaat suatu saat nanti.

Maka untuk bisa belajar dengan benar yang pertama yang harus diubah adalah tentang cara pandang kita. Percayalah apapun yang kita pelajari tidak akan pernah sia-sia, semua pasti akan berguna nantinya. Minimal untuk diajarkan kembali kepada anak kita.

Sumber Referensi : Primaindisoft.com

Sri Raditiningsih

Hanya Seseorang yang ingin mencoba membuat karya dan berbagi melalui sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Solusi Tepat Agar Millenials Tak Salah Langkah Menjelang Lulus Kuliah

Mon Aug 12 , 2019
Setiap tahunnya, jumlah lulusan yang berasal dari perguruan tinggi di Indonesia engga kurang dari satu juta jiwa. Pada tahun 2017 saja misalnya, Kemenristekdikti menyebutkan kalo jumlah mahasiswa yang telah berhasil meraih gelar sarjana mencapai 1.046.141 orang. Banyak juga ya rupanya, nyampe satu juta lebih. Di satu sisi sih sebenernya Indonesia patut bersyukur […]