John Locke Menyebut bahwa Fitrah Dasar Manusia adalah…

Posted on

Selamat datang kembali di dunia tulisan! Kali ini kita akan membahas sebuah konsep yang secara menarik disampaikan oleh salah seorang filsuf terkenal, John Locke. Dalam pandangannya, Locke mengatakan bahwa fitrah dasar manusia adalah…

Sebelum kita melanjutkan, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan “fitrah”. Istilah ini merujuk pada sifat, naluri, dan kecenderungan dasar yang melekat dalam jiwa setiap manusia. John Locke, seorang pemikir abad ke-17, mengemukakan pandangannya tentang fitrah manusia dengan cara yang menarik dan kontroversial pada zamannya.

Menurut Locke, manusia pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan polos, bebas dari pengetahuan dan pengalaman. Ia menggambarkan jiwa manusia sebagai “tabula rasa” atau “lembaran kosong” yang akan diisi dengan pengalaman dan belajar seiring berjalannya hidup.

Fitrah dasar manusia menurut Locke bukanlah DNA atau sifat-sifat bawaan yang ditentukan secara garis keturunan. Ia berpendapat bahwa lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman hidup, dan pengaruh sosial yang diterima sejak lahir. Dalam pandangan Locke, manusia pada awalnya memiliki potensi tanpa batas untuk berkembang dan tumbuh sebagai individu yang unik.

Hal ini berarti bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjadi apa saja yang ia inginkan. Termasuk dalam pengembangan potensi tersebut adalah keinginan bawaan untuk mencari pengetahuan, meraih kebahagiaan, dan menjalani kehidupan yang bermakna.

John Locke memandang fitrah dasar manusia sebagai sesuatu yang positif dan optimis. Ia percaya bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik, bernilai, dan mampu berinovasi. Melalui pengalaman hidup dan pembelajaran yang dilakukan sepanjang hidup, sifat-sifat ini bisa semakin terasah dan berkembang dengan baik.

Seiring berjalannya waktu, pandangan Locke tentang fitrah dasar manusia telah menjadi salah satu pemikiran yang berpengaruh dalam sejarah filsafat. Pandangannya ini menjadikan manusia sebagai pencipta masa depannya sendiri, dengan potensi luar biasa untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.

Demikianlah artikel ini mengupas konsep tentang fitrah dasar manusia menurut John Locke. Semoga pembahasan ini memberikan sudut pandang baru dan menginspirasi kita untuk menggali potensi diri setiap individu.

Sampai jumpa dalam artikel-artikel menarik berikutnya! Teruslah belajar dan mengembangkan diri!

Apa itu John Locke?

John Locke adalah seorang filsuf Inggris yang hidup pada abad ke-17. Ia dikenal sebagai tokoh utama dalam pemikiran politik dan filsafat pada masa itu. Salah satu konsep penting yang dikemukakan oleh John Locke adalah tentang fitrah dasar manusia. Menurut Locke, fitrah dasar manusia adalah keadaan alami manusia yang terlahir tanpa pengaturan atau hukum tertentu.

Cara John Locke Menyebut Fitrah Dasar Manusia

John Locke menyebut fitrah dasar manusia sebagai “tabula rasa” atau “dimensi kosong”. Menurutnya, ketika manusia lahir, pikiran dan jiwa mereka seperti kertas putih yang belum diisi dengan apapun. Selanjutnya, pengalaman dan persepsi yang mereka dapatkan dari lingkungan dan interaksi dengan dunia luarlah yang membentuk kepribadian dan pemahaman mereka.

1. Apakah Fitrah Dasar Manusia Sama untuk Semua Orang?

Tidak, menurut John Locke, fitrah dasar manusia dapat berbeda untuk setiap individu. Meskipun semua orang dilahirkan dengan potensi yang sama, pengalaman dan lingkungan hidup masing-masing individu akan mempengaruhi perkembangan serta pemikiran mereka. Oleh karena itu, fitrah dasar manusia bisa beragam tergantung dari faktor-faktor tersebut.

2. Bagaimana Lingkungan Memengaruhi Fitrah Dasar Manusia?

Lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk fitrah dasar manusia. Menurut John Locke, pengalaman dan interaksi dengan lingkungan sejak lahir akan membentuk pemahaman, persepsi, dan sikap seseorang terhadap dunia. Misalnya, jika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan kekerasan, kemungkinan besar dia akan memiliki kecenderungan untuk menggunakan kekerasan juga.

3. Bagaimana Fitrah Dasar Manusia Mempengaruhi Pemahaman Politik?

Menurut John Locke, pemahaman politik seseorang dipengaruhi oleh fitrah dasar manusia yang dimilikinya. Jika individu tumbuh dengan bebas dan terlindungi dari penindasan, maka mereka cenderung memiliki pemahaman yang positif terhadap konsep kebebasan dan hak asasi manusia. Sementara itu, jika individu tumbuh dalam lingkungan yang otoriter dan otoritatif, maka pemahaman politik mereka akan cenderung lebih otoriter juga.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa John Locke adalah seorang filsuf yang menyebut fitrah dasar manusia sebagai “tabula rasa”. Ia meyakini bahwa manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk belajar dan berkembang sesuai dengan pengalaman dan lingkungan hidup mereka. Fitrah dasar manusia dapat berbeda untuk setiap individu dan memengaruhi pemahaman mereka terhadap dunia, termasuk pemahaman politik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan fitrah dasar manusia secara positif.

Sumber:

1. Internet Encyclopedia of Philosophy – https://www.iep.utm.edu/locke/

2. Stanford Encyclopedia of Philosophy – https://plato.stanford.edu/entries/locke/

3. The Philosophy Pages – http://www.philosophypages.com/ph/lock.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *