Sifat Guru yang Tidak Disukai Murid: Kenapa Mereka Jadi ‘Musuh’ di Sekolah?

Posted on

Terdapat beragam jenis guru yang ditemui selama masa sekolah, mulai dari yang disukai hingga yang tidak. Bahkan, ada beberapa sifat guru yang membuat murid benar-benar tidak menyukainya. Penasaran apa saja? Simak ulasan berikut!

Pedagogi Arogan

Salah satu sifat guru yang paling tidak disukai oleh murid adalah sikap arogan saat mengajar. Ketika guru memperlakukan murid dengan angkuh, menjadikan mereka sebagai anak buah tanpa sebuah keterlibatan empati, hubungan belajar pun menjadi kaku. Mereka tampak menganggap dirinya sebagai otoritas yang harus ditaati, tanpa memberikan kesempatan kepada murid untuk berpartisipasi dalam kelas.

Kritik Kasar yang Merendahkan

Guru yang menggunakan kritik kasar dan merendahkan membuat belajar menjadi lingkungan yang tidak nyaman. Sifat tersebut merusak kepercayaan diri murid dan membuat mereka ragu dalam menyampaikan pendapat atau bertanya. Guru yang tidak melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk membantu murid tumbuh, melainkan sebagai kesempatan untuk melecehkan, akan menodai hubungan antara guru dan murid.

Kesukaan Menjaga Jarak

Sedangkan beberapa guru tampaknya lebih suka menjaga jarak dengan murid, sehingga menciptakan kesan bahwa belajar adalah aktivitas yang tidak menyenangkan. Ketika guru tidak bersedia mendengarkan tantangan atau masalah yang dialami oleh murid, hubungan emosional yang harusnya terjalin pun menjadi terputus. Sebuah hubungan yang seimbang antara guru dan murid seharusnya melibatkan pengertian serta kedekatan yang dapat membantu proses belajar.

Tidak Fleksibel dengan Gaya Belajar Murid

Terkadang, guru juga memiliki kecenderungan untuk tidak memperhatikan keberagaman gaya belajar murid. Mata pelajaran yang diajarkan cenderung diformat secara kaku, tanpa mempertimbangkan fakta bahwa setiap murid belajar dengan cara yang berbeda-beda. Ketika guru tidak fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan belajar individu murid, mereka merasa tidak dipahami dan menjadi enggan untuk belajar.

Prestasi yang Lebih Diprioritaskan

Selain itu, terlalu fokus pada prestasi juga mampu menjauhkan hubungan positif antara guru dan murid. Saat guru terlalu menekankan target nilai atau pencapaian akademik, proses pembelajaran yang seharusnya inspiratif dan menantang malah menjadi beban. Dalam situasi ini, murid merasa terbebani dan kehilangan semangat untuk belajar. Guru yang hanya fokus pada hasil tanpa memperhatikan perjalanan juga meninggalkan kesan bahwa murid hanya diukur dari angka-angka semata.

Penutup

Setiap guru tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun tidak ada yang dapat menyangkal bahwa sifat-sifat yang telah disebutkan di atas adalah hal-hal yang membuat murid tidak menyukai satu guru. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, peran guru dalam membangun hubungan baik dengan murid sangatlah penting. Dengan sikap saling pengertian dan komunikasi yang baik, mungkin saja sifat-sifat tidak disukai tersebut dapat diatasi dan mengubah ‘musuh’ menjadi ‘sahabat’ di sekolah.

Pentingnya Mengetahui Sifat Guru yang Tidak Disukai oleh Murid

Apa itu Sifat Guru yang Tidak Disukai Murid?

Sifat guru yang tidak disukai oleh murid adalah perilaku atau karakteristik yang dapat membuat murid merasa tidak nyaman, tidak termotivasi, atau tidak tertarik terhadap proses belajar mengajar. Sifat-sifat tersebut dapat menghambat kemajuan akademik dan perkembangan pribadi murid. Penting bagi para pendidik untuk menyadari sifat-sifat ini agar dapat menghindari atau mengurangi dampak negatifnya terhadap motivasi dan kualitas pembelajaran murid.

1. Ketidakadilan

Sifat ketidakadilan merupakan salah satu sifat guru yang tidak disukai oleh murid. Ketidakadilan dapat terjadi ketika guru memperlakukan murid secara tidak adil, seperti memberikan perhatian lebih kepada beberapa murid dibandingkan yang lain, memberikan penilaian yang tidak sesuai dengan prestasi yang dicapai, atau memilih favorit di kelas. Sifat ketidakadilan ini dapat membuat murid merasa tidak diperlakukan dengan setara dan mengurangi motivasi belajar mereka.

2. Ketidakjelasan

Guru yang tidak jelas dalam mengkomunikasikan tugas atau instruksi kepada murid juga menjadi salah satu sifat yang tidak disukai oleh murid. Ketidakjelasan dapat membuat murid bingung atau tidak mengerti apa yang diharapkan dari mereka. Hal ini dapat menimbulkan rasa frustrasi, kebingungan, dan kurangnya kemajuan dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu mengkomunikasikan tugas atau instruksi dengan jelas dan memberikan penjelasan yang memadai kepada murid.

3. Ketidakbersediaan Mendengarkan

Sifat guru yang tidak bersedia mendengarkan pendapat atau masukan dari murid juga dapat membuat murid merasa tidak disukai. Murid memiliki hak untuk dihargai pendapatnya dan merasa didengar dalam proses belajar mengajar. Jika seorang guru terlihat tidak memperhatikan dan menanggapi pendapat atau masukan murid, murid dapat merasa tidak dihargai atau merasa bahwa pendapatnya tidak penting. Oleh karena itu, guru perlu menunjukkan sikap terbuka dan mendengarkan dengan saksama perspektif murid.

Cara Mengatasi Sifat Guru yang Tidak Disukai Murid

Untuk mengatasi sifat guru yang tidak disukai oleh murid, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Menjaga Keadilan

Guru harus memastikan bahwa mereka memberikan perlakuan yang adil kepada setiap murid. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan perhatian dan bantuan yang seimbang kepada semua murid, memberikan penilaian yang objektif, dan menjaga diri agar tidak memihak pada beberapa murid saja.

2. Memberikan Instruksi yang Jelas

Guru perlu mengkomunikasikan tugas atau instruksi kepada murid dengan jelas dan lengkap. Hal ini dapat dilakukan dengan mengulang instruksi secara terperinci, menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, serta memberikan contoh atau ilustrasi yang mendukung.

3. Membangun Komunikasi yang Baik

Guru perlu membangun komunikasi yang baik dengan murid, termasuk mendengarkan dengan teliti pendapat atau masukan dari murid. Guru dapat mengadakan sesi tanya jawab atau diskusi terbuka, membuat lingkungan yang nyaman bagi murid untuk berbicara, dan memberikan umpan balik yang konstruktif dan positif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Bagaimana jika seorang murid merasa tidak diperlakukan adil oleh seorang guru?

Jika seorang murid merasa tidak diperlakukan adil oleh seorang guru, penting untuk memberikan kesempatan bagi murid untuk mengungkapkan perasaannya secara terbuka. Guru perlu mendengarkan dengan empati dan mencoba untuk memahami perspektif murid. Selain itu, guru juga perlu menjelaskan bahwa mereka berusaha untuk memperlakukan semua murid dengan adil dan memberikan solusi yang tepat jika ada ketidakadilan yang terjadi.

2. Apa yang harus dilakukan jika seorang guru tidak menjelaskan tugas atau instruksi dengan jelas?

Jika seorang guru tidak menjelaskan tugas atau instruksi dengan jelas, murid dapat mengkomunikasikan kebingungan mereka kepada guru. Seorang guru harus bersedia untuk menjelaskan kembali instruksi dengan lebih jelas atau memberikan contoh yang membantu. Jika masih ada kebingungan, murid juga dapat meminta bantuan dari teman sekelas atau mencari sumber referensi tambahan.

3. Bagaimana cara mengatasi perasaan tidak didengarkan oleh seorang guru?

Jika seorang murid merasa tidak didengarkan oleh seorang guru, penting untuk mencoba berkomunikasi lebih intensif dengan guru. Murid dapat mencari waktu yang sesuai untuk berbicara dengan guru, mengungkapkan perasaan mereka, dan memberikan argumen yang logis tentang pentingnya perhatian dan dukungan dari guru. Jika masalah ini masih berlanjut, murid juga dapat mencari bantuan dan pendapat dari orang tua atau pengawas lainnya di sekolah.

Kesimpulan

Penting untuk memahami dan mengatasi sifat guru yang tidak disukai oleh murid demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Ketidakadilan, ketidakjelasan, dan ketidakbersediaan mendengarkan adalah beberapa sifat yang dapat merusak hubungan guru-murid dan mengurangi motivasi belajar murid. Dengan menjaga adil, memberikan instruksi yang jelas, dan membangun komunikasi yang baik, para guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih positif dan mendukung bagi murid. Jadi, mari kita bersama-sama menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat untuk murid!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *