5 Alasan Kenapa Kamu Gak Perlu Minder Saat Kuliah Bukan di Perguruan Tinggi Favorit

Kuliah di kampus favorit tentunya merupakan dambaan bagi semua orang. Termasuk juga saya. Ada suatu kebanggan yang gak bisa diungkapkan jika kita berhasil untuk melanjutkan studi di kampus-kampus idaman. Rasanya itu perjuangan dan lelahnya belajar sampe malem, mengikuti bimbel sana sini, dan berbagaimacam perjuangan lainnya terbayar sudah. Namun pada akhirnya, kita harus menyadari kalo engga semua yang kita inginkah itu harus terwujud kan?

Universitas (Sumber: Pixabay.com)

Perlu diketahui juga, tulisan ini tidak ada niatan untuk mendiskreditkan PTN-PTN favorit. Tidak sama sekali. Malah saya bangga dan mengucapkan selamat bagi teman-teman yang sedang kuliah atau bahkan sudah jadi alumni PTN favorit. Itu sebuah capaian yang sangat luar biasa.

Tapi bagi kita-kita yang memang takdirnya tidak berada di PTN favorit. Gausah sedih brader! Dunia gak bakal runtuh ko hnaya gara-gara kita engga kuliah di PTN favorit wkwkw. Nah lantas apa aja sih yang menyababkan kamu gak boleh minder seandainya engga kuliah di PTN favorit?

1. Kamu Masih Tetap Bisa Berkarya

Sebenernya dimana pun tempat kamu berkuliah, itu bukan batasan agar kamu bisa terus berkarya. Tidak ada lagi alasan harusnya. Sebab berkarya bisa kita lakukan dimana saja. Tanpa batasan ruang dan tempat.

Teringat sebuah nasihat dari seorang kakak kelas, “Muda tanpa karya lebih menyakitkan daripada muda tanpa cinta!”. Kalo dipikir-pikir mah bener juga sih. Kebanyakan anak muda sekarang kan yang di puja-puja itu masalah cinta. Kalo ada anak muda yang engga pacaran msialnya, mereka kan biasanya menjadi bahan bully-an bagi para bucin, budak cinta wkwkwk.

Salahsatu contoh karya yang bisa kamu buat (Sumber: Unsplash.com)

Padahal sebenernya mah muda tanpa cinta gak masalah brader. Masih banyak kan anak muda yang engga pacaran tapi hidupnya biasa-biasa aja. Malah justru jauh lebih bahagia. Justru yang menyakitkan itu adalah muda tanpa karya. Sebab hal itu menunjukan bahwa usia muda kita gak produktif. Alias dihabiskan untuk hal yang sia-sia saja.

Saya sependapat banget dengan ustadz Aan. Bahwa memang sebesar apapun kampusnya, sehebat apapun alumninya, jika karya kita nol mah rasanya embel-embel tersebut tak ada guannya.

Nah bagi kamu yang emang engga kuliah di PTN favorit seperti saya, mari kita buat karya sebanyak-banyaknya. Hal itu akan menjadikan kamu jauh lebih bermanfaat dan lebih dihargai oleh orang lain.

Tapi bagi kamu yang memang takdirnya kuliah di PTN favorit, jangan sia-siakan juga kesempatan itu. Buat karya juga. Supaya kamu gak bangga hanya dengan embel-embel kampus besarmu saja. Tapi memang ada karya yang bisa kamu persembahankan.

 2. Engga Ada Jaminan

Saya pernah dinasihatin oleh seorang guru saya ketika masih di SMA. Sebenernya kalian masuk PTN favorit itu engga perlu lah terlalu kalian banggakan. Soalnya itu bukan tujuan akhir kita. Masuk PTN favorit itu baru masuk gerbangnya saja. Ada ribuan jalan dan persimpangan lebih berat yang bakal kita lalui setelah itu.

Ditambah lagi engga ada jaminan tuh setelah lulus dari PTN favorit nanti, kita bisa jauh lebih sukses dari orang-orang yang mungkin kuliahnya bukan di kampus ternama. Yang menentukan kita sukses atau engga nya adalah kita sendiri. Bukan PTN nya. Gitu kurang lebih guru saya menasehati saya wkatu masih duduk di bangku SMA kelas 11.

Saya paham banget kalo nasihat tersebut bukan ditunjukan agar kita engga boleh masuk PTN favorit. Karena itu sah-sah saja. Dan kalau bisa, silahkan diperjuangkan. Tapi yang harus digarisbawahi, tujuan utama kita bukanlah masuk PTN favorit. Tapi setelah kita lulus nanti bisa bermanfaat bagi orang lain atau engga.

Jadi, gak usah berkecil hati bagi kamu yang memang kuliahnya bukan di kampus beken. Masa depan itu gak ada yang tau brader. Keculi Tuhan saja. Jadi tetap lakukan yang terbaik yaaa.

3. Nama Besar Kampusmu Tidak Akan Terlalu Berpengaruh Apa-apa

Sebagaimana udah saya singgung pada beberapa poin sebelumnya, nama besar kampus mu memang gak bakal terlalu berpengaru signifikan terhadap masa depanmu. Jika nih yaa, ada jika nya. Jika kamu memang terlalu mengandalkan nama besar kampusmu, tanpa dibarengi dengan sebuah karya nyata yang kamu lakuin.

Istilahnya itu, kamu jangan hanya nenbeng beken saja. Sebab kata beberapa dosen saya nama kampus dan IPK itu hanya mengantarkan kamu sampai tahap interview saja. Selepas itu? Ia gak akan pernah ditanya lagi tuh. Paling mungkin disebutkan kalo kamu lagi perkenalan ke rekan kerja aja.

Selanjutnya yang menentukan adalah skill atau kemampuan yang kamu miliki. Bahkan nih untuk beberapa perusahaan sekelas Tesla, miliknya Elon Musk. Ketika rekrutmen pegawai baru dilaksanakan ia tidak pernah nanya ‘darimana asal kampusmu?’. Tapi yang perusahaan tanya adalah, ‘Skill apa yang kamu miliki sehingga layak untuk bekerja di perusahaan ini?’.

Skill itu penting banget bro (Sumber: Pexels.com)

Jadi gak usah sedih kalo kamu engga kuliah di PTN favorit. Sebab semua orang memiliki peluang yang sama untuk bisa sukses di masa depan. Yang wajib kamu tanyakan sekarang adalah, ‘kamu udah punya skill apa aja untuk di bawa ke dunia kerja nantinya?’.

Jangan-jangan selama bertahun-tahun kamu kuliah kamu justru engga mendapatkan apa-apa. Kecuali membuang-buang waktu saja. Coba di evaluasi ulang yaa. Semangaaaat!

4. Justru Peluang untuk Membuat Kampusmu Menjadi Besar Terbuka Lebar

Nah ini nih yang tak kalah penting. Seandainya takdir kita memang kuliah di perguruan tinggi yang biasa saja. Kita malah bisa mengukir sejarah. Dengan apa? Tentunya dengan menjadi bagian dari yang menjadikan kampus kita besar dan dikenal banyak orang. Bukankah itu suatu kebanggaan tersendiri bagi kita?

Ada sedikit sindiran nih dari penulis novel Dilan yang menurut saya sarkas tapi ngena banget. Kata beliau seperti ini:

“Dulu, nama besar kampus disebabkan karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.”

 

– Pidi Baiq

Gimana nih sekarang wkwkw? Mudah-mudahan gak minder lagi yaaa. Soalnya yang disampaikan Pidi Baiq tersebut ada benarnya juga. Banyak nih kasus di lapangan yang memang bukan mengejar jurusannya, tapi justru mengejar nama beken kampusnya.

Misalnya nih, ‘ah gue mah mau nyari prodi yang paling dikit peminatnya aja, supaya peluang masuknya lebih gede!’, What the hell brader? Dari kata-kata tersbut saja udah keliatan kalo tujuan dia hanya nyari nama kampusnya saja. Bukan nyari kualitas program studi. Semoga kamu mah engga termasuk yang kaya gitu yah…

5. Menjadi Lecutan Saat Kamu Diremehin

Bagi sebagian orang, kuliah di kampus yang gak favorit alias biasa-biasa aja itu seolah-olah menjadi aib yang sangat memalukan. Harus ditutupi secara rapat-rapat biar gak ketauan orang lain. Bahkan nih ketika ada yang nanya, ‘kamu kuliah dimana?’ Mau jawab aja gelagapan luar biasa karena malu wkwkw.

Kenapa mesti seperti itu sih brader? Bukannya tujuan utama kita kuliah adalah untuk mencari ilmu yaa? Dan diamanapun juga tempatnya saya rasa itu engga jadi persoalan kan. Tapi pada kenyataannya harus kita akui, bahwa memang pasti ada aja orang-orang yang menyepelekan kita saat engga  bisa kuliah di PTN favorit.

Pesan Bill gates tentang hal ini (Sumber: Instagram @jaringan.onspirasi)

Tapi gak masalah! Jadikanlah itu sebagai sebuah lecutan. Buktikan pada mereka bahwa saya yang kuliahnya di kampus biasa aja akan jauh lebih sukses dibanding mereka yang kuliah di PTN favorit. Saya rasa kata-kata tersebut jauh lebih positif dan bisa membuat kita lebih semangat.

Intinya, gak usah di ambil hati jika di luar sana banyak omongan-omongan yang mematahkan semangat kamu. Cukup tutup telingamu rapat-rapat. Kemudia balaslah dengan pembuktian dan karya yang nyata.

Okayyy itu dia 5 alasan yang mudah-mudahan bisa ngebuat kamu gak minder lagi saat ditanya ‘kuliah dimana?’. Baik itu oleh temen, saudara, atau siapa aja. Skuyyy lah semangat!! Jika masih ada yang mencela dan mencemoohmu. Gak maslah!. Jadikan lah itu lecutan untuk kita membuktikan kepad mereka kalau kita bisa jauh lebih sukses di banding orang-orang yang kuliah di perguruan tinggi lainnya. Doa saya, semoga diamanapun kamu berada, bisa menjadi sebaik-baiknya manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. (ID)

Irvan Daniansyah

Lagi belajar istiqomah untuk menulis. Semoga ada manfaatnya yaa :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Cara Belajar Salah Yang Sering Dilakukan, Kamu Pernah Melakukan Yang Mana?

Sun Aug 11 , 2019
Bagi seorang Pelajar, kegiatan belajar adalah hal yang wajib untuk dilakukan, baik di sekolah maupun di rumah. Jika pada jaman dahulu, belajar umumnya dilakukan dengan cara berkelompok atau datang ke tempat-tempat les. Seiring dengan kemajuan jaman, kini telah banyak aplikasi pada smartphone yang membantu untuk mengoptimalkan cara belajar. Namun meskipun […]