Hal Yang Sering Membuat Orang Ingin Menikah Muda. Kamu Juga Merasakan?

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum mempelai berusia 18 tahun. Pada jaman dahulu melakukan pernikahan dini memang bukan hal yang aneh, itu merupakan hal yang lumrah.

Menikahlah saat kamu merasa siap. kapanpun itu – Foto Halodoc.com

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.1 Tahun 1974 pasal 6 mengatur batas minimal usia untuk menikah, dimana pernikahan hanya diizinkan jika pria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun.

Saat ini di daerah-daerah terpencil, atau di desa-desa masih ada beberapa yang melakukan pernikahan dini. Namun sudah jarang ditemui dikota-kota besar. Misalnya, di Jakarta. Seolah mengikuti perkembangan jaman, pernikahan dini seolah telah berubah nama menjadi menikah muda.

Menikah muda mempunyai daya tertarik tersendiri dikalangan anak muda, membahas nikah muda pun seakan tidak pernah ada habisnya. Tak heran jika banyak pihak-pihak yang mencoba membuat seminar dengan tema nikah muda.

Tidak hanya seminar, buku-buku yang membahas nikah muda pun sangat banyak tersebar ditoko buku. Bahkan dimedia social juga ikut meramaikan, banyak akun-akun yang mengkampanyekan tentang “lebih baik menikah muda daripada zina”.

Menikah diusia muda untuk menghindari zina memang bukan hal yang salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena menurut saya menikah tidak hanya sekedar untuk menjauhi zina, arti pernikahan lebih dari sekedar itu.

Apa saja sih yang membuat anak muda tertarik dengan nikah muda? hingga menjadi mimpi kebanyakan anak muda masa kini.

Terlalu banyak orang yang menggambarkan betapa bahagianya menikah muda

Dalam hidup ini setiap orang pasti memimpikan untuk hidup dengan bahagia, dan hal ini banyak digambarkan atau ditunjukan oleh pasangan-pasangan yang menikah muda terutama dimedia sosial.

Contohnya, di instagram, banyak sekali akun atau bahkan artis maupun selebgram yang mengkampanyekan tentang bahagianya menikah muda. Dengan menikah muda maka tidak lagi kesepian, ada yang memperhatikan, disayang dan dimanja setiap hari. Sungguh semua seakan begitu sempurna dan berubah bahagia setelah menikah.

Maka tak heran, jika banyak remaja atau anak muda yang merasa hidupnya tidak bahagia atau kurang kasih sayang langsung menginginkan untuk menikah. Mungkin banyak yang berharap dan beranggapan saat menikah semua itu, dapat mereka dapatkan dengan mudahnya.

Keinginan untuk hidup bahagia seakan membuat banyak anak muda lupa bahwa, kebanyakan yang ditampilkan orang-orang dimedia sosialnya hanya sepersekian dari hidupnya, kita tidak pernah tahu perjuangan atau konflik apa yang mereka hadapi dibalik setiap foto yang telah terupload.

Kita harus sadar bahwa, hidup itu tidak selalu tentang bahagia. Terkadang kita perlu merasakan bagaimana rasanya bersedih, sehingga tahu apa itu bahagia. Terkadang kita harus merasa kecewa untuk belajar tentang apa itu syukur.

Jadi gaes, kalau ingin menikah muda maka persiapkan diri sebaik mungkin, jangan hanya karena terbawa tren saja yaa. Karena menjalani pernikahan itu untuk selamanya .

Terlalu lelah bekerja

Hal ini biasanya banyak terjadi pada para wanita, saat mereka merasa lelah dengan segala rutinitas yang dijalani terkadang terbesit keinginan untuk menikah. Karena mereka berharap bahwa saat sudah menikah maka tidak perlu lagi bekerja. Karena, segala kebutuhan yang diperlukan akan dicukupi oleh suami.

Mungkin hal ini memang benar, sebab setelah menikah yang mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan materi memanglah seorang suami. Tetapi bukan berarti seorang istri bisa dengan santainya hanya duduk-duduk saja dirumah. Kalau kamu berfikir seperti itu, maka kamu salah besar.

Karena, setelah menikah tugas istri pun bisa dikatakan tidak mudah. Sebab seorang istri tidak hanya mengurus dirinya saja, melainkan harus bisa mengurus suami juga.

Pun tak berbeda dengan pria, biasanya harapan pria saat akan menikah adalah memiliki istri yang dapat merawat dan menyiapkan segala kebutuhannya. Padahal untuk memenuhi segala harapan diperlukan usaha, tidak mungkin semua itu dapat terwujud tanpa melalui proses yang panjang.

Benar saja jika banyak orang tua yang menasehati untuk meluruskan niat sebelum menikah, mungkin hal itu agar kita tidak memiliki ekspetasi yang berlebih terhadap pernikahan yang akan dijalani kelak.

Ingin memiliki anak diusia muda, agar bisa terlihat seperti adik-kakak saat anak menginjak usia remaja

Ayoo ngaku siapa yang punya alesan menikah muda karena hal ini? Alasan ini memang cukup banyak diungkapkan oleh beberapa anak muda yang mempunyai keinginan untuk menikah muda.

Mereka beranggapan bahwa saat menikah muda maka, mereka bisa mempunyai anak diusia muda juga. Jika dibayangkan, hal tersebut memang seru. Misalnya, menikah umur 19 tahun, lalu umur 20 tahun sudah memiliki anak. Jadi saat usia anak 17 tahun, usia kita baru sekitar 37tahun. Jadi otomatis akan ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama anak.

Semua bayangan membahagiakan itu seolah membuat kita lupa bahwa, manusia hanya bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan. Walaupun kita  menikah muda tapi saat Tuhan belum memberikan kesempatan untuk memiliki momongan, maka kita sebagai manusia bisa apa? Hanya berserah dan berusaha gaees.

Pacaran terlalu lama, jadi apa lagi kalau bukan menikah

Biasanya pasangan yang telah lama berpacaran akan lebih berpikir untuk mulai memikirkan hal serius tentang hubungannya, yaitu menikah. Merasa waktu pengenalan yang dilakukan sudah cukup lama, sudah saling mengenal satu sama lain, keluarga pun sangat mendukung dan merasa sudah cocok satu sama lain. Maka hal selanjutnya yang dilakukan sudah pasti menikah.

Padahal pacaran lama juga tidak bisa menjadi jaminan atau tolak ukur kebahagiaan setelah menikah,  karena untuk benar-benar mengenal satu lain memerlukan waktu yang entah hingga kapan. Kenapa? Karena manusia adalah mahluk hidup yang mempunyai akal. Jadi, ia akan terus berubah dan bertumbuh, yang berarti harus terus memiliki proses perkenalan entah hingga kapan.

Saya dan salah satu teman pernah terlibat obrolan yang membahas tentang pacaran, dalam obrolan tersebut kita menyebut ada dua tipe orang yang pacaran.

Pertama, pacaran untuk menikah. Maksudnya adalah orang tersebut memang pacaran dengan tujuan untuk menikah, jadi sejak awal ia sudah berkomitmen bahwa hubungannya serius, biasanya orang yang seperti ini tidak terlalu lama berpacaran. Sebab tujuan hubungannya sudah jelas.

Yang kedua, pacaran yang akhirnya menikah. Maksdunya adalah seperti yang sudah dijelaskan diawal. Bahwa hubungan yang sudah terlalu lama terjalin, jadi pilihan selanjutnya hanya menikah.

Kalian termasuk yang gaes? Pacaran untuk menikah atau menikah karena sudah terlanjur pacaran? Hihihi

**

Sebenarnya apapun yang menjadi alasan untuk menikah muda adalah hak setiap orang dalam menentukan jalan hidupnya. Sama seperti memutuskan untuk menikah muda atau tidak muda juga sebuah pilihan dan juga takdir. Tidak ada salah ataupun benar, semua tergantung bagaimana seseorang menjalani prosesnya.

Jika saat ini kamu sudah dalam status menika. Maka, bersyukurlah karena diluar sana banyak yang memimpikan untuk memiliki status sepertimu.

Pun jika saat ini kamu belum menikah. Maka, bersyukurlah karena kamu masih bisa mempersiapkan diri lebih matang lagi, mungkin diluar sana banyak orang yang berharap bisa seperti kamu.

Tidak perlu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, Karena jalan hidup setiap orang berbeda-beda.

Sri Raditiningsih

Hanya Seseorang yang ingin mencoba membuat karya dan berbagi melalui sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

5 Alasan Kenapa Kamu Gak Perlu Minder Saat Kuliah Bukan di Perguruan Tinggi Favorit

Sun Aug 11 , 2019
Kuliah di kampus favorit tentunya merupakan dambaan bagi semua orang. Termasuk juga saya. Ada suatu kebanggan yang gak bisa diungkapkan jika kita berhasil untuk melanjutkan studi di kampus-kampus idaman. Rasanya itu perjuangan dan lelahnya belajar sampe malem, mengikuti bimbel sana sini, dan berbagaimacam perjuangan lainnya terbayar sudah. Namun pada akhirnya, […]