Jika Kamu Tidak Siap Terjebak Friendzone, Jangan Lakukan Hal-Hal Berikut Ini

Jatuh cinta memang tidak mengenal siapa, dimana dan kapan. Bahkan, cinta bisa hadir dalam hubungan persahabatan. Sayangnya, kerap kali cinta yang hadir dalam persahabatan malah berujung dengan friendzone.

Tidak semua hal dapat kamu kendalikan dengan mudahnya, apalagi tentang rasa – Youngisthan.in

Friendzone itu apasih? Friendzone adalah sebuah hubungan persahabatan lawan jenis yang berjalan sedemikian erat hingga bersifat platonic alias sulit untuk meningkat kearah romantic. Alasan kenapa tidak bisa meningkatnya hubungan tersebut adalah karena salah satu pihak merasa tidak memiliki perasaan lebih, merasa aneh jika harus berpacaran, atau alasan yang paling umum adalah takut merusak persahabatan yang telah terjalin lama.

Tapi biasanya, terjebak dalam hubungan friendzone adalah hal yang tidak direncanakan atau tidak pernah menyadari bahwa kedekatan yang selama ini terjalin telah dibumbui dengan rasa cinta. Beberapa hal yang patut kamu waspadai, jika tidak mau terjebak dalam friendzone.

Jangan terlalu sering menjadi tempat bercerita bagi si dia

Curhat memang menjadi salah satu sarana untuk menenangkan diri  atau membuat hati lebih lega saat terjadi suatu masalah. Tapi sebagai pendengar kita pun harus membuat batasan atau memilah siapa saja yang benar-benar harus kita dengarkan dengan sepenuh hati atau tidak.

Wikihow.com

Apalagi jika yang sering datang untuk bercerita adalah lawan jenis. Maka, kita harus menjaga jarak dengannya. Jangan terlalu melibatkan diri kedalam setiap hal yang orang tersebut ceritakan, cukup tanggapi dengan sekedarnya saja.

Sebab semakin kita menanggapi masalah si dia, akan membuat kita semakin merasa tertarik dengan orang tersebut.  Mengapa bisa seperti itu? Karena tanpa disadari kita mulai memperhatikan tentang sikap dan sifat orang yang bercerita, hal itulah yang biasanya membuat kita mulai melihat sesuatu yang berbeda terhadap orang. Lalu tidak menutup kemungkinan mulai timbul rasa penasaran lebih dalam lagi.

Batasi komunikasi dengan lawan jenis

Ini menjadi sesuatu yang sangat penting, karena sebuah hubungan biasanya berawal dari rasa nyaman, sedangkan rasa nyaman bermula dari hubungan atau komunikasi yang intens.

Contohnya, mungkin pada awalnya kamu tidak pernah tertarik dengan si A. Namun, karena si A terus mendekati kamu dan sering menge-chat kamu untuk menanyakan atau mengobrol tentang hal-hal sepele, lama kelamaan membuat kamu merasa nyaman.

Rasa nyaman itulah yang bisa menjadi awal dari perasaan suka bahkan sayang. Saat si A mulai menjauh atau tidak memberi kabar, kamu akan mulai merasa kehilangan atau memikirkan tentang apa saja yang sedang dikerjakan si A.

Jangan terlalu naïf, karena kita tidak pernah bisa mengendalikan perasaan kita 100%

Kebanyakan orang yang terjebak dalam friendzone adalah orang yang beranggapan bahwa dirinya tidak mungkin suka atau jatuh cinta dengan si dia. Tetapi, kita sering lupa  bahwa perasaan tidak bisa dikendaliin dengan mudahnya. Mungkin hari ini kita membenci seseorang, tapi tidak pernah ada jaminan bahwa kita tidak akan pernah jatuh cinta dengan dia.

Ada ungkapan Jawa yang mengatakan “witing tresno, jalaran sono kulino” yang berarti “Cinta bisa tumbuh karena terbiasa”

Jadi walaupun awalnya tidak memiliki rasa apapun, namun saat terbiasa melakukan banyak hal dengan si dia, maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal itulah yang membuat kita tertarik padanya.

Jangan terlalu mencari tahu tentang latar belakang si dia

Seperti yang sudah ditulis diatas, bahwa semakin kita memperhatikan sikap ataupun sifat seseorang, biasanya tanpa sadar akan membuat kita menyukai dia. Oleh sebab itu, saat mulai timbul keinginan untuk mencari tahu lebih banyak tentang si dia, maka kalian harus sadar bahwa kalian sudah mulai tertarik dengan dia.

Jika rasa penasaran tersebut dilanjutkan, maka kalian akan terus merasa semakin tertarik. Sebab, hal itu akan membuat kita menemukan dan melihat fakta-fakta atau sisi lain dari si dia, yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Berhenti menempatkan si dia sebagai prioritas

Saat kita sudah dekat atau nyaman dengan seseorang, maka otomatis kita akan memprioritaskan orang tersebut dalam hal apapun. Hal itu sangat tidak dianjurkan dalam pertemanan atau persahabatan yang terjalin dengan lawan jenis. Sebab semakin kita menempatkan dia sebagai prioritas utama, biasanya si dia pun akan lebih sering mengandalkan atau meminta bantuan kita dalam hal apapun.

Jangan membuat kesimpulan  tentang hal apapun yang berkaitan dengan dia

Kebanyakan orang yang mendapat perlakuan baik dari lawan jenis akan merasa bahwa dirinya adalah sosok special bagi orang tersebut. Padahal hal itu bukanlah sebuah jaminan.

Kita tidak bisa menganggap setiap orang yang baik terhadap kita berarti telah memiliki perasaan khusus. Sebab,  ada tipe orang yang sikapnya memang baik terhadap semua orang. Jika kita membuat asumsi tentang sikap orang lain terhadap kita, akan membuat kita semakin berharap dengan orang tersebut.

Lalu saat kita melihat orang tersebut melakukan hal serupa kepada orang lain, tanpa sebab yang jelas akan membuat kita kesal dan merasa diberikan harapan palsu. Padahal kan yang membuat asumsi itu adalah kita sendiri hahaha.

Jangan membiasakan diri untuk berbagi hal-hal pribadi dengan lawan jenis

Memiliki teman untuk bertukar pikiran atau mencurahkan perasaan memang hal yang menyenangkan, sebab jika kita memendam semua perasaan akan membuat kita menjadi uring-uringan.

Tapi memilih siapa saja yang patut dijadikan teman bercerita adalah hal yang sangat penting, sebaiknya juga jangan dilakukan dengan lawan jenis. Agar kita tidak terbawa perasaan, kalau sudah terbawa perasaan akan sulit untuk menjauh. Karena tanpa disadari curhat dapat menyebabkan ketergantungan loh.

**

BACA JUGA : Toxic Positivity, Saat Kata-kata Positif Berdampak Negatif

Itulah hal-hal yang perlu kamu hindari agar kamu tidak terjebak friendzone. Tapi apakah friendzone adalah suatu tindakan yang salah? Hmmm sebenarnya tidak juga, karena memang pada dasarnya perasaan suka bisa timbul tanpa kita sadari.

Dan jika hal itu sudah terlanjur terjadi, maka hadapi saja. Kamu mempunyai 2 pilihan yaitu, mengungkapkan atau memendam semua rasa itu dalam-dalam tanpa orang lain ketahui.

Tentu saja semua memiliki konsekuensi yang berbeda. Jika kamu memutuskan untuk mengakui, maka persiapkan diri kamu jikalau ternyata dia tidak memiliki perasaan yang sama. Jangan terlarut dengan perasaan sedih atau kecewa. Percayalah bahwa kamu akan mendapatkan yang lebih baik nantinya.

Fokuslah dengan hidupmu, lakukanlah hal-hal yang bisa membuatmu bahagia dan lebih bermanfaat ketimbang hanya meratapi kesedihan akibat cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Be the best version of yourself and be brave!

Dan jika kamu memutuskan memendam semua perasaanmu, maka jangan pernah salahkan bila dia tidak peka terhadap perasaan mu. Karena pada dasarnya tidak semua orang bisa mengerti hal-hal yang tidak diungkapkan. Atau jika tiba-tiba dia menjalin hubungan dengan yang lainnya, kamu pun harus menerima dengan ikhlas loh yaa, walaupun itu hal yang sangat sulit.

Yang terpenting dalam hidup bukan tentang hadirnya seseorang, karena setiap orang akan datang dan pergi. Tapi tentang apa yang kita dapatkan dari kehadiran orang tersebut

Sri Raditiningsih

Hanya Seseorang yang ingin mencoba membuat karya dan berbagi melalui sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Inilah 5 Amalan Sederhana yang Dijamin Bakal Mengubah Hidup Anda

Sun Aug 11 , 2019
Banyak amalan yang bisa kita lakukan dalam hidup ini. Hanya saja dari banyaknya amalan tersebut kita harus pandai-pandai memilih beberapa amalan yang dapat kita dijadikan prioritas. Kenapa? Karena kita sebagai manusia engga mungkin dapat mengerjakan semua amalan yang ada. Waktu kita terbatas barder. Hanya 24 jam sehari dan 7 hari […]