5 Pertanyaan Tidak Penting Yang Sering Ditanyakan Orang Indonesia

Orang Indonesia memang dikenal memiliki sifat yang ramah dan peduli satu sama lain. Tak heran walau tidak saling mengenal pun akan tetap saling melempar senyum saat berjumpa, bahkan ada yang menyapa dan memulai obrolan-obrolan singkat.

Mungkin karena orang Indonesia mempunyai sifat keingintahuan yang tinggi, tapi tak jarang pula sifat keingintahuan yang berlebihan bisa membuat lawan bicara merasa risih.

Google.com

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang tidak penting, tapi sering ditanyakan oleh orang Indonesia

1. Kapan Lulus?

Petanyaan seperti ini seringnya didapat oleh mahasiswa/mahasiswi tingkat akhir. Mungkin kadang pertanyaan ini bisa jadi penyemangat untuk segera menyelesaikan kuliah.

Steemit.com

Tapi yang namanya mendapat pertanyaan yang sama berulang-ulang pasti adakalanya akan membuat tidak nyaman, terlebih jika yang menanyakan hanya banyak bertanya saja, tapi tidak pernah terlibat atau membantu sedikitpun tentang apa yang mereka tanyakan. Please deh itu hal sangat menyebalkan loh.

Lagipula jika sudah lulus, lantas apa yang akan dilakukan oleh orang yang bertanya ya? Apa mereka akan mencarikan pekerjaan? Sepertinya tidak. Malah yang ada, hanya akan ditanya tentang hal yang tidak penting lainnya .

2. Kapan Nikah

Pertanyaan ini pasti sudah tidak asing lagi ditelinga orang Indonesia, hampir semua orang yang tinggal di Indonesia pasti pernah merasakan mendapat pertanyaan ini, terutama bagi orang yang telah menginjak usia 20 tahun keatas.

Tidak begitu jelas apa yang mendasari orang untuk selalu menanyakan hal ini berulang kali, entah memang karena benar-benar peduli atau hanya sekedar iseng dan sudah menjadi kebiasaan sebagai ajang basa-basi saja.

Sulselsatu.com

Jika niatnya hanya basa-basi dan sekedar ingin mencari topik pembicaraan, maka seharusnya tidak perlu ditanyakan berulang kali. Bahkan yang lebih menyebalkan, terkadang cara bertanyanya tidak selayaknya orang yang ingin bertanya, namun lebih mirip seperti orang yang sedang mengintimidasi karena perbedaan status. Seolah-olah menikah adalah sebuah status yang bisa sangat dibanggakan.

Padahal menikah atau tidak menikah bukanlah hal yang bisa menjamin seseorang untuk bisa menjalani hidup yang lebih bahagia. Pandangan tentang menikah setiap orang pun pasti berbeda. Karena prinsip setiap orang tak mungkin sama.

Ada yang memang berkeinginan menikah sejak muda tetapi ada juga yang memilih untuk fokus terhadap hal yang lainnya atau, ada juga yang sudah sangat ingin menikah namun belum mendapatkan pasangan yang sesuai dengan yang diinginkan.

Jadi seharusnya umur bukanlah hal yang harus dijadikan sebagai tolak ukur seseorang sudah harus menikah bukan?
Karena memang tak pernah ada aturan yang menyebutkan bahwa saat memasuki usia 20 tahun keatas wajib menikah, semua kembali kepada pilihan setiap orang.

3. Sudah Hamil Belum?

Saat seseorang sudah menikah bukan berarti ia akan hidup damai dan tenang dengan tidak mendapatkan pertanyaan yang tidak penting. Ternyata tetap saja akan ada pertanyaan tidak penting yang akan menghantui, kali ini “pertanyaan sudah hamil belum?” Masih sama seperti pertanyaan “kapan nikah?” pertanyaan ini pun sering kali ditanyakan berulang kali layaknya alarm dipagi hari yang selalu berdering.

Setiap orang yang sudah menikah pasti selalu berharap akan memiliki anak, walaupun ada beberapa orang yang memutuskan untuk menunda waktu memiliki momongan tetapi bukan berarti ia tidak menginginkan memiliki anak.

Dan memiliki anak pun bukan sesuatu yang bisa ditentukan dengan mudahnya sesuai dengan keinginan setiap orang, walau besar rasa untuk memiliki anak namun jika Tuhan belum berhendak untuk memiliki anak, sebagai manusia bisa apa?

Lagi pula kalau dipikirkan baik-baik, sebenarnya apa sih yang kita dapatkan jika terus mempertanyakan hal seperti itu. Apakah saat kita mendapat jawaban bahwa “orang” tersebut akan segera mempunyai anak maka kita akan menanggung dan memenuhi segala kebutuhan orang tersebut? Lagi-lagi jawabanya sudah pasti tidak karena pertanyaan tersebut memang hanya sebatas pertanyaan yang tidak penting.

4. Kapan Punya Anak Lagi?

Mungkin hal ini bisa diibartakan seperti sebuah sinetron yang alur ceritanya sudah sulit untuk dikembangkan tapi karena ratingnya yang tinggi maka cerita terus dilanjutkan jadi yang terjadi hanyalah berputar-putar pada hal yang tidak jelas.

Sama seperti pertanyaan-pertanyaan ini, sebenarnya bukan hal yang seharusnya ditanyakan tetapi karena banyak yang bertanya jadi seolah sudah menjadi sebuah kebiasaan.

Jika belum menikah akan ditanya kapan menikah, jika sudah menikah akan ditanya kapan hamil, bahkan jika sudah mempunyai anak tetap akan ditanya dengan pertanyaan “kapan punya anak lagi?’ . Tapi sepertinya tidak akan ada yang berani untuk bertanya tentang “kapan kamu mati?” hahaha

BACA JUGA : Mengajak Anak Balita Ke Bioskop ? Coba Perhatikan Hal Ini

5. Sekarang berat badannya berapa?

Seolah tidak cukup dengan pertanyaan yang menyangkut status, baik status menikah atau belum nikah, status sudah jadi Ibu atau belum, sampai status saat menyandang predikat mahasiswa atau karyawan. Kali ini pertanyaan yang biasa ditanyakan saat bertemu adalah “sekarang beratnya berapa?”

Dailybloggerpro.com

What the hell, pertanyaan semacam ini sebenernya gunanya apa ya? Mengapa hal-hal yang sebenernya tidak penting dibuat seolah-olah menjadi hal yang paling penting untuk ditanyakan?

Bagaimana bisa hampir kebanyakan orang terlalu ingin tahu tentang kehidupan orang lain alias kepo? Seekan-akan tidak bisa menghargai privasi orang lain.

Apakah hal ini terjadi karena banyak orang yang tidak paham tentang makna privasi?, dirujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Privasi mempunyai arti kebebasan atau keleluasaan pribadi. Sedangkan menurut Wikipedia kerahasian pribadi (Bahasa Inggris : Privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk menutup atau melindungi kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Jadi dapat disimpulkan, privasi adalah kebebasan yang dimiliki setiap orang dalam mengatur arus informasi mengenai dirinya.

Setiap orang mempunyai hak untuk membagikan informasi apa saja yang dapat ia bagikan kepada public/orang lain, sebaliknya setiap orang juga mempunyai hak untuk tidak menyampaikan hal-hal yang tidak ingin ia sampaikan/orang lain ketahui. Dan bila orang tersebut memang tidak ingin membagikan tentang informasi yang bersifat pribadi maka orang lain tidak dapat memaksakan keingintahuan mereka dengan mengobrak-obrik hal pribadi orang lain.

Namun sepertinya garis batas tentang privasi memang belum banyak diketahui atau dipahami oleh orang-orang di Indonesia. Hal-hal mana saja yang boleh dan pantas untuk ditanyakan dan mana yang tidak perlu untuk ditanyakan. Semuanya seakan samar dan abu-abu, tidak ada garis batas yang jelas tentang sebuah privacy.

**
Kita tidak pernah tahu dengan jalan hidup yang telah dilalui orang lain, ada orang yang terlihat hidupnya sangat tenang dan bahagia tapi siapa yang tahu, kalau dibalik kebahagiaan yang didapatkan saat ini telah banyak hal-hal menyakitkan yang ia lalui. Maka bukankah sudah sepantasnya jika kita tidak menanyakan hal-hal yang tidak terlalu penting karena kita pun tidak tahu seberapa keras selama ini ia berusaha untuk mencapai itu semua. Bukahkah akan lebih baik jika kita lebih fokus mencari tahu tentang apa yang telah diterjadi dihidup kita.

BACA JUGA : 5 Kisah Perjalanan Youtuber Indonesia dengan Konten yang Menginspirasi

Sri Raditiningsih

Hanya Seseorang yang ingin mencoba membuat karya dan berbagi melalui sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ingin Semua yang Dicita-citakan Terwujud? Gunakan 3 Resep Mujarab ini!

Wed Jul 24 , 2019
Waaah… apaan nih? Dari judulnya aja udah kaya paranormal wkwkwk. Eh sebentar… Sabar dulu. Tahan dulu. Dan jangan dulu nyimpulin yang engga-engga dong haha. Tulisan ini jauh dari apa yang namanya klenik dan semacamnya. Lhaa terus apaan doang? Yaudah makanya baca dulu aja yaa sampe beres. Baru deh tuh nanti […]