Bukan Gila Harta. Tapi Inilah Alasan Kamu Kenapa Harus Terjun di Dunia Bisnis!

Pebisnis merupakan ‘makhluk asing’ di Indonesia. Saking asingnya, jumlah pebisnis yang ada di Indonesia engga mencapai 4 persen dari total penduduk yang menghuni negeri ini. Padahal jika mau berkaca ke negara tetangga yang sudah maju, Singapura misalnya. Jumlah pembisnis atau pengusahanya mencapai 7 persen. Itu artinya apa?

Jika terus-terusan kondisinya seperti itu, akan sangat susah bagi Indonesia untuk mengalahkan atau paling tidak menyeimbangi negara-negara tetangga yang sudah maju duluan. Kenapa saya berani berkata seperti itu? Soalna sudah terbukti di lapangan kalo dibalik suatu negara maju, pasti di dukung oleh pengusaha-pengusaha, entrepreneur-enterpreneur, ataupun pebisnis-pebisnis yang hebat dan luar biasa di belakangnya.

Bisnis (Sumber: Unsplash.com)

Nah jika kamu merasa terpanggil untuk ambil bagian menjadi pengusaha. Menjadi bagian dari yang -insya Allah- memajukan negara yang kita cintai ini. Engga ada salahnya bagi kamu untuk segera terjun ke dunia bisnis. Selain itu, alasan-alasan di bawah ini juga rasanya penting banget deh untuk kamu pertimbangin supaya kamu tambah yakin kenapa sih harus mulai bisnis. Daripada penasaran skuyyy langsung aja kepoin hal-hal berikut ini.

1. Kaum Minoritas Bukan Berarti Kaum yang Tak Punya Kelas

Berdasarkan data dari Pak Airlangga Hartanto yang merupakan Menteri Perindustrian, disebutkan bahwa sampe akhir 2018 lalu jumlah pengusaha yang ada di Indonesia baru menyentuh angka 3.1% atau sekitar 8 juta aja dari total penduduk yang ada di Indonesia.

Apakah jumlah tersebut sudah banyak? Tentu saja belum! Jika dibandingkan dengan rasio penduduk Indonesia yang mencapai 225 juta jiwa, maka jumlah itu terbilang masih kecil. Artinya, sampe dengan saat ini profesi pengusaha di Indonesia masih dikatakan sebagai kaum yang minoritas.

Tak salah ko jadi kaum minoritas juga (Sumber: Unsplash.com)

Tapi yang perlu diketahui juga, kaum minoritas itu bukan berarti kaum yang gak punya kelas dan bisa direndahin gitu aja. Justru malah sebaliknya. Bisa juga karena memang saking susahnya untuk menjadi pengusaha, makanya tidak semua orang bisa. Dan engga semua bisa masuk kelas ini.

Ya contohnya kaya gini aja bro! Apakah yang masuk ke perguruan tinggi favorit itu jumlahnya banyak atau sedikit? Jika dibandingkan dengan jumlah pendaftarnya, saya yakin semua juga akan setujua kalo yang diterima itu hanya sedikit. Kenapa bisa begitu? Karena engga semua orang bisa dan memenuhi kualifikasi yang berlaku.

Nah begitu juga dengan pengusaha. Walaupun saat ini keberadaannya masih sangat langka dan merupakan kaum minoritas. Tapi kan orang-orang yang sukses, kaya, dihargai banyak orang juga jumlahnya sedikit. Itu artinya apa? Silahkan simpulkan sendiri yaaa hehe.

Baca juga: Kamu baru mau lulus kuliah?

2. Biar Engga Terus-terusan Di Jajah! Kamu Harus Merdeka Secara Finansial

Saya yakin kalo semua orang itu ingin merdeka, betul? Termasuk juga dari segi finansial. Rasanya hampir gak ada orang yang mau terus-terusan dijajah atau bergantung pada yang namanya active income. Maksudnya active income itu kamu bekerja terlebih dahulu, kemudian setelah selesai bekerja baru kamu dibayar atau digaji.

Soalnya kalo kaya gitu kan kamu jadinya bergantung pada tanggal muda saja. Tanggal dimana biasanya kamu nerima gaji atau pendapatan. Mungkin di awal bulan emang enak sih karena masih banyak uang dan bisa beli ini-itu. Tapi diakhir bulan? Terpaksa deh kamu harus meminjam sana-sini untuk bisa menyambung.

Nah kasus-kasus seperti itu biasanya sering terjadi pada kaum bangsawan, bangsa karyawan hehe. Bukan berarti mau merendahkan karyawan, tapi memang kebanyakan seperti itu. Itu harus kita akui dengan pikiran yang jernih tentunya.

Finansial Freedm (Sumber: Shutterstock.com)

Nah kalo pebisnis itu berbeda. Ia tidak akan bergantung lagi pada apa yang namanya active income. Memang benar ia juga mungkin mempunyai active income. Tapi disamping itu, para pebisnis juga punya yang namanya itu pasif income. Atau pendapatan yang walaupun mungkin ia lagi tidur, lagi nongkrong, bahkan lagi baca artikel kaya gini juga pun uang tetap masuk ke rekening.

Dan rasanya kasus tersebut hanya bisa terjadi pada orang-orang yang berbisnis. Orang-orang yang punya usaha. Lewat pasif income inilah seseorang bisa mencapai kemerdekaan secara finansial atau finansial freedom. Yakin nih masih gak mau mulai bisnis?

3. Peluang-peluang untuk Berbuat Kebaikan Akan Terbuka Lebar

Saat kamu udah mempunyai pasif income yang luar biasa. Kamu engga bakal terlalu pusing lagi untuk memikirkan biaya hidup sehari-hari. Karena memang udah ter-cover dari pendapatn tersebut. Malahan nih kamu bisa menggunakan hartamu sebanyak-banyaknya untuk diinvestasikan di jalan-jalan kebaikan.

Memang benar kalo jalan kebaikan itu banyak. Tapi engga sedikit juga jalan kebaikan yang memang memerlukan biaya yang tidak kecil. Naikkin haji orangtua misalnya. Membangun masjid, membangun panti asuhan, membantu kaum-kaum dhuafa, dan kebaikan-kebaikan lain yang tentunya membutuhkan biaya.

Jika untuk kebutuhan sehari saja kita masih ngos-ngosan. Peluang-peluang kebaikan tersebut akan di garap oleh orang lain. Tapi jika memang dari segi finansial kita kuat, maka peluang-peluang kebaikan itu akan menjadi milik kita.

Berbagi itu berarti membahagiakan orang lain (Sumber: Pexels.com)

Nah salahsatu cara agar kita bisa memperbanyak kebaikan-kebaikan itu jalannya lewat bisnis. Mungkin masih ingat cerita Sahabat Utsaman bin Affan yang membeli Sumur Raumah di Madinah. Sumur ini awalnya milik orang Yahudi dan biasanya kalo mau ngambil airnya harus bayar.

Melihat potensi dan vitalnya sumur tersebut bagi ummat, akhirnya Utsman membelinya seharga 35 ribu dirham. Dan demi kepentingan banyak orang, sumur itu pun lantas ia wakafkan untuk umum. Dan perlu diketahui, sumur itu masih ada hingga sekarang. Masya Allah, gak kebayang ya segimana melimpahnya pahala Sahabat Utsaman ini.

Belum lagi Utsaman ini menjadi menyokong pendanaan perluasan Masjid al-Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah. Kemudian saat meletus Perang Tabuk, ia bahkan menginfakkan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda serta 1.000 dirham. Dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang ia bisa lakukan lewat harta yang dititipkan kepadanya itu.

Dari mana ia dapat banyak harta tersebut? Dari perniagaan atau berbisnis. Karena memang jika kita hanya mengandalakan active income rasanya infak ketika sekali seminggu tiap jumaatan aja rasanya udah berat banget. Jadi kalo kamu mau menjadi bagian dari proyek-proyek kabaikan yang sedang ataupun mau berjalan. Ingin namamu tercatat dibebagai masjid yang akan di bangun, berbisnis bisa menjadi salahsatu jalannya.

Baca juga: Kamu tinggal di Jakarta?

4. Kamu Akan Lebih Leluasa untuk Mengerjakan Apa yang Kamu Sukai

Semua orang punya hobi atau hal-hal yang paling disukai. Tapi karena keterbatasan waktu, biaya, dan lain sebagainya seringkali kita engga bisa melakukan sesuatu yang kita sukai itu. Padahal ini penting banget karena jika kita terus-terusan bekerja tanpa melakukan sesuatu yang kita sukai juga tentunya pikiran akan mumet. Dan engga menutup kemungkinan juga bisa menyebabkan stress ataupun depresi.

Jika kamu hobi mendaki, kamu bisa melakukannya kapanpun juga (Sumber: Unsplash.com)

Nah oleh karena itu, berbisnis bisa menjadi solusi bagi kamu yag memang ingin banyak menghabiskan waktu pada hal-hal yang kamu sukai. Mengapa bisa begitu? Sebab ketika kamu berbisnis dan pasif income kamu udah luar biasa. Kamu akan punya banyak waktu luang dan dari segi biaya juga engga akan punya kendala.

Artinya kamu kamu bisa tuh melakukan apa-apa yang kamu suka. Baik itu mau menghabiskan waktu dengan keluarga, mau belajar sesuatu yang baru untuk mengembangkan diri, memperbanyak olahrag biar sehat, belajar agama untuk mempersiapkan bekal di akhirat, dan hal-hal lain yang tentunya bisa membuat kamu jauh meras lebih bahagia.

5. Membuat Bangga Keluarga, Orangtua, Bahkan Bangsa dan Agama

Nah hal yang tak kalah pentingnya kenapa kamu harus berbisnis juga adalah kamu bisa membuat orang-orang disekitarmu bangga. Baik itu orangtua, saudara, anak, istri, dan lain sebagainya. Selain itu kamu juga bisa membuat masyarakat di sekitarmu bangga juga. Hal ini bisa kamu lakukan dengan membuak lapangan pekerjaan untuk mereka. Mulia bukan?

Salahsatu orang yang wajib kamu buat bangga adalah orangtuamu (Sumber: Pexels.com)

Kamu juga bisa membuat bangsa bangga karena lewat kesuksesanmu lah negara menjadi maju dan memperkecil angka kemiskinan dan pengangguran yang ada. Dan tak kalah penting juga, kamu juga bisa membuat agamamu bangga karena lewat harta yang kamu infaqanlah masjid bisa terbangun, dakwah bisa tersebarluas, dan lain sebagainya.

 

Emang bener sih kalo setiap orang itu punya bakat dan keahliannya masing-masing. Begitu juga dengan pengusaha atau enterpreneur, tidak semua orang tertarik dan mau menekuni profesi yang satu ini. Banyak sih biasanya alesan-alesan yang keluar dari orang-orang yang memang gak mau terjun jadi pengusaha. Mulai dari gak punya bakat lah. Gak punya modal lah. Gak punya pengalaman lah. Dan segudang alasan-alasan yang lainnya.

Tapi percayalah, sebenarnya semua orang itu berpeluang untuk menjadi seseorang yang jago walaupun emang sebelumnya gak punya bakat ataupun keahliannya. Asalkan kita mau belajar dan tidak membatasi diri. Untuk itu, rasanya tak ada pembenaran lagi bagi kamu untuk engga memulai bisnis. Sebab bisa jadi justru lewat bisnislah pintu-pintu rezekimu akan terbuka lebar.

Terakhir, tulisan ini engga ada maksudan sama sekali untuk mengajak kamu agar meninggalkan profesimu ataupun harus memaksa kamu untuk terjun di dunia bisnis. It’s up to you bro!!! Setiap orang punya pilihan hidupnya masing-masing. Doa saya hari ini, semoga rizki-rizki yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita semua selalu bersumber dari yang halal dan berkah :)). Ammiin. (ID)

Irvan Daniansyah

Lagi belajar istiqomah untuk menulis. Semoga ada manfaatnya yaa :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Teruslah Melangkah Maju, Kamu Tidak Harus Selalu Mendengar Apa Kata Orang

Sat Aug 17 , 2019
Merasa diterima atau diakui oleh orang lain adalah hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang, hal itu pun dapat menjadi ketenangan tersendiri bagi sebagian orang. Tak heran, jika banyak orang yang sangat memperdulikan “kata orang” tentang hidupnya. Sehingga, terkadang stres jika apa yang dilakukan tidak sesuai dengan apa kata orang. […]